Pelaku Begal di Pinrang yang Tewaskan Korbannya Ternyata Anak di Bawah Umur


Anak di bawah umur berinisial Z, pelaku begal yang ditangkap di Polman, Kamis (2/2/2017) dini hari © Vivi/Online24

Online24, Pinrang – Dua pelaku begal di Pinrang yang mengakibatkan korban tewas berhasil dibekuk Timsus Polda Sulsel bersama anggota Resmob Polres Pinrang, Kamis (2/2/2017) dini hari. Keduanya diketahui memiliki inisial nama Z dan SB.

Pelaku Begal di Pinrang yang Tewaskan Korbannya Ternyata Anak di Bawah Umur

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku yang berinisial Z ternyata anak di bawah umur. Z merupakan warga Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Z masih berusia 13 tahun. Ia ditangkap di rumah kerabatnya, di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan penangkapan tersebut.

“Awalnya polisi menuju rumah tersangka Z di Pinrang. Namun, menurut keterangan keluarga, Z berada di rumah kerabatnya di Polman. Polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap Z. Selanjutnya, Z menunjukkan keberadaan SB, orang yang ikut bersamanya melakukan curas,” ujarnya.

Dari hasil introgasi sementara, tersangka Z melakukan pencurian dan kekerasan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia bersama rekannya Syamsul Bahri alias Aco (27).

Aco diringkus polisi di rumahnya, di Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Saat Aco mencoba kabur, tapi beruntung polisi sigap sehingga langsung meringkus Aco tanpa melumpuhkan.

Berdasarkan keterangan tersangka Aco, ia bersama tersangka Z melakukan pencurian disertai kekerasan terhadap Ichsan, yang mangakibatkan korban meninggal dunia, Sabtu lalu (28/1/2017) di wilayah hukum Polres Pinrang.

Aco membeberkan, saat kejadian ia meminta sejumlah uang kepada korban tapi korban tidak memberikan. Ia kembali meminta hp milik korban, tapi korban bersikukuh tidak ingin memberikan hp tersebut. Tidak pikir panjang, ia kemudian menikam korban sebanyak satu kali dengan menggunakan samurai kecil.

Usai melancarkan aksinya, tersangka Aco kemudian melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang dikemudikan tersangka Z, menuju kampung halamannya di Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.

“Menurut kedua tersangka, ia sudah sering melakukan curas di Kabupaten Pinrang bersama dengan rekan-rekannya,” tambahnya.

Semetara itu, Kapolres Pinrang, AKBP Leo Joko Triwibowo saat dikonfirmasi secara terpisah juga membenarkan penangkapan tersebut.

“Akan kita laksanakan proses selanjutnya. Untuk tersangka Z yang masih di bawah umur prosesnya tetap menggunakan peradilan anak,” ujarnya.

Polisi kemudin mengamankan barang bukti berupa satu bilah benda tajam model samurai yang dipergunakan tersangka menusuk korban, satu unit sepeda motor Yamaha, Handphone Azus warna putih milik korban, jaket serta baju yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya.

Tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Pinrang untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Seperti Ini Wasit Yang di Siapkan PSSI Untuk Piala Presiden 2017


Jakarta - PSSI bakal melakukan ujian terakhir untuk wasit sebelum memimpin gelaran Liga 1 tahun 2017. Ajang pramusim Piala Presiden bakal menjadi ujian terakhit bagi para wasit.

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi melakukan pertemuan dengan wasit di Makostrad, Jakarta, Kamis (2/2/2017) siang. Dalam pertemuan tersebut, Edy ingin melihat kepemimpinan wasit di Piala Presiden.


Seperti Ini Wasit Yang diSiapkan PSSI Untuk Piala Presiden 2017

"Ini merupakan ujian untuk para wasit. Kami mau lihat, kalau pantas jadi wasit, kami akan lanjutkan," kata Edy kepada wartawan.

"Kalau dia kurang mampu karena pengetahuannya, kami akan sekolahkan. Tapi kalau bermasalah karena mentalnya tidak bagus, kami langsung coret," ujarnya menambahkan.


Baca Juga : Investor Eropa: Kualitas Tenaga Kerja Indonesia Sangat Jelek

Sementara itu, ketua pelaksana Piala Presiden, Iwan Budianto mengatakan kalau ada 20 wasit utama, 20 asisten wasit, 10 pengawas pertandingan, empat pengawas wasit, empat dari tim pengawasan yang ditunjuk oleh Komite Etik yang akan memimpin Piala Presiden.

"Lima di antaranya wasit yang sudah bersertifikasi FIFA. Untuk mekanisme penugasannya, salah satunya adalah tak ada wasit yang satu Asprov dari klub yang akan bertanding," ujar Iwan.

"Kami ingin para wasit itu bisa fokus, lebih netral, dan lebih baik. Karena ini menjadi ujian terakhir bagi mereka. Tentunya, kami juga menyiapkan apresiasi bagi wasit yang berprestasi," ucapnya menegaskan.

Piala Presiden edisi kedua sudah dipastikan bakal dilangsungkan pada 4 Februari hingga 12 Maret 2017. Presiden Joko Widodo direncanakan bakal membuka ajang ini.

Investor Eropa: Kualitas Tenaga Kerja Indonesia Sangat Jelek


Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut sejumlah kendala masih menghambat masuknya investasi dari Eropa ke Indonesia. Salah satunya adalah masalah kualitas tenaga kerja Indonesia.

"Jadi memang keprihatinan investor Eropa itu cenderung ke kualitas, misal tenaga kerja kita," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong ditemui di kantornya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Investor Eropa: Kualitas Tenaga Kerja Indonesia Sangat Jelek


Hal ini karena investor Eropa lebih mengarahkan investasi mereka ke sektor manufaktur yang membutuhkan banyak tenaga kerja.Kondisi ini berbeda dengan investor asal Jepang, Korea, maupun Tiongkok yang banyak berinvestasi di sektor yang padat modal.


Baca Juga : Menkominfo: "Meme" Juga Bisa Jadi Fitnah, Apa Pendapat Anda ?


"Jadi investasi dari Eropa ini agak beda. Kalau Jepang, Korea, Tiongkok itu cenderung diam, padat modal, mega proyek seperti listrik yang, miliaran dolar. Kalau Eropa itu memang lebih banyak investasinya itu misal di manufaktur, misalnya alas kaki, garmen, ritel dan sektor jasa," jelas dia.

Tom pun mengaku akan menarik minat investor Eropa sesuai dengan karakteristik mereka. Namun hal ini perlu diikuti dengan kesesuaian dengan pasar Indonesia yang didominasi oleh masyarakat kelas menengah. Begitu pula dengan ekspor Indonesia ke Eropa yang harus sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Karena Indonesia itu memang unggul di segmen menengah, kita kuatnya di yang menengah seperti Zara, H&M, Uniqlo. Kalau kita ke sana hemat saya sih, dengan telah berjalannya sistem SVLK, sertifikasi verifikasi legalitas kayu, produk kayu, mebel, kertas, jadi sektor yang bagus buat investasi ke Eropa," pungkasnya.

Dalam lima tahun terakhir investasi dari Eropa yang mengalir ke Indonesia sebesar USD133 miliar dengan 46 persen di antaranya berlokasi di Pulau Jawa. Adapun lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia berasal dari Belanda, Inggris, Perancis, Luxembourg dan Jerman.

Menkominfo: "Meme" Juga Bisa Jadi Fitnah, Apa Pendapat Anda ?



JAKARTA, - Meme alias gambar guyonan tentang tokoh atau isu tertentu sudah menjadi fenomena wajar yang bisa menyebar dengan cepat di ranah internet. Meski kebanyakan bernada canda, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengingatkan bahwa meme tetap bisa menjadi sumber misinformasi yang menyesatkan.



"Kalau mengirim meme, pastikan dulu benar atau tidak. Kalau tidak, maka meme itu bisa jadi fitnah," kata Rudiantara ketika ditemui usai acara pengumuman investasi Grab di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Kalaupun informasi yang dikandungnya memang benar, lanjut dia, sebaiknya dipertimbangkan lagi apakah meme tersebut akan mendatangkan manfaat bagi penerimanya. "Kalau benar tapi lalu dipergunjingkan, itu namanya ghibah," ujar Rudiantara.

Rudiantara berbicara dalam konteks maraknya berita hoax alias berita palsu yang menyebar di Tanah Air belakangan ini. Ketimbang membuat undang-undang baru untuk mengatur perkara hoax, Rudiantara mengatakan bahwa cara yang lebih efektif adalah dengan mendorong individu-individu di masyarakat agar berperan aktif menyaring berita palsu, mulai dari diri sendiri.

"Yang kita harapkan, yang pemerintah dorong, adalah masyarakat agar memiliki code of conduct, atau kode etik dalam bermedia sosial," kata Rudiantara.

Selain individu pengguna internet dan media sosial, pemeritnah juga berusaha merangkul perusahaan-perusahaan internet (OTT, over the top) asing yang layanannya seringkali dipakai menyebarluaskan hoax.

Rudiantara mencontohkan kegiatan yang dilakukan bersama Google, pagi hari itu, yakni dengan mengajak jurnalis-jurnalis menggunakan tools dari Google News Lab. Tujuannya meningkatkan kualitas jurnalis yang diaharapkan bisa ikut memerangi berita palsu.

Dia juga berencana melakukan pertemuan dengan pihak Facebook. Rudiantara menyebutkan pertemuan dengan raksasa media sosial itu sebenarnya sudah diagendakan untuk beberapa waktu lalu, tapi kemudian terpaksa ditunda.

Sebelum bertemu langsung, Rudiantara akan melakukan video conferencing dengan perwakilan Facebook. "(Video conference) akan dilakukan minggu depan, rencananya hari senin (6 Februari 2016)," kata dia. Adapun Rudiantara menyebutkan Twitter memiliki kantor di Jakarta sehingga bisa langsung dihampiri.

Meski utamanya mendorong individu pengguna internet untuk menyaring hoax, Rudiantara mengatakan pemerintah tetap harus menggandeng OTT asing sebagai pemilik dan pengelola media sosial. Dia meyakini OTT asing akan bekerja sama dengan pemerintah dan mengambil tindakan untuk memerangi penyebaran berita palsu.

"Karena soal hoax bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan sudah mengglobal. Maka persoalan ini juga merupakan kepentingan mereka," pungkasnya.
Meletao™ © 2016. All Rights Reserved.
Template By SEOCIPS , Powered By Blogger